Showing posts with label Teater. Show all posts
Showing posts with label Teater. Show all posts
Sunday, 16 December 2012 0 comments

TEATER BANGSAWAN DIRAJA TUAN PUTRI RIMBA NIAGARA KARYA RATU RIMBA NIAGARA



RAtu Rimba Niagara updated her cover photo.
Like ·  · Promote · 


TEATER BANGSAWAN DIRAJA PUTRI RIMBA NIAGARA

MAHKOTA PUTRI RIMBA NIAGARA DIBELI DENGAN UKIRAN DAUNAN KASIH

Tuan Putri semasa Tuan Putri ditabalkan menjadi Puteri Rimba Niagara kami penghuni rimba telah bermuzakarah untuk melantik tuan puteri sebagai ketua yang memerintah seluruh Rimba Niagara ini.

Kami ingin membuat sendiri mahkota tuan putri yang tiada tandingannya dengan buatan man
usia tapi memandangkan asal usul tuan putri manusia makanya kami hormat tuan putri agar kami juga mahu menyokong institusi diRaja yang akan dihidupkan semula oleh mereka yang faham betapa pentingnya
Institusi diRaja pada rakyat sekalian....seperti kami ...biarpun kami haiwan dan boleh melantik di kalangan haiwan....tapi kerana semangat kami untuk menghidupkan institusi diRaja di kalangan manusia makanya kami lantik Tuan Putri.

Putri Rimba Niagara shared her own photo.

PUTRI RIMBA DENGAN DAYANGNYA SI KUNTA SI KUNTE

Kuperkenalkan diriku untuk perkenalan ini...
Gambar yang kau lihat itu tak dirancang..
Aku memegang watak Putri Rimba Niagara untuk
Teater Bangsawan diRaja yang aku impikan
Satu masa nanti dipentaskan....
Yang mekapkan aku pun
Si kunta si kunte dayang Istana Rimba
Mereka berdua sebagai penasihat aku juga...
Itu yang jadi macam tu...comot...entah arang
Mana diambilnya...ha itu yang jadi macam tu
Aku pun takut nak tengok muka aku sendiri
Aku mahulah dan ingin padam tapi si kunta si kunte marah
Kalau selagi tak ambil gambar untuk disiarkan
Kepada pembaca setia karya-karya aku
Katanya apa nak dimalukan...
Mereka faham puteri rimba apabila dimekapkan oleh haiwan
Hantam ajelah asalkan ada rupa puteri sikit ..
Itulah kisah serba sedikit yang dapat aku beritahumu
Agar kau tak salah faham ye...
Aku kalau tak bermekap...tidaklah rupa macam itu
Seorang yang sudah ditarik kecantikan...
Cuma yang berbaki ini saja yang ingin dihargai...itu saja...
Makanya jangan salah anggap padaku lagi ok...
Nanti bila habis skrip puteri rimba
Kutukar gambar lain...
Moga si kunta si kunte benarkan....
Moga kau gembira mendengar cerita aku ini...
Salam kemaafan untuk kalian berdua...

KARYA PUTRI RIMBA NIAGARA
10 Julai 2012

BERMULANYA KISAH PUTRI RIMBA NIAGARA

Maka tersebutlah kisahnya
Di mana bermulanya kisah
Putri Rimba Niagara
Disebuah pantai yang terpencil
Sekujur tubuh terdampar
Dibawa arus ombak
Lautan asid bergelora
Seluruh tubuh
Melecur tiada berkulit
Tiada bergerak
Tapi masih bernyawa

Sekumpulan penghuni rimba
Yang ketika itu sedang bernyanyi-nyanyi
Terjumpa si Putri Rimba...
Dibawa ke rimba
Dirawat Putri Rimba
Menggunakan sumber-sumber asli
Yang diperolehi dari rimba
Sudah hampir
Tiga purnama koma
Barulah putri rimba sedar
Dari koma dan pulih seperti sediakala
Seluruh tubuhnya tiada kesan lecur lagi

"Di manakah hamba?"
"Syukur Alhamdulillah Tuanku Putri sudah sedar
Setelah tiga purnama Tuanku Putri koma
Kami adalah penghuni Rimba Niagara
Menjumpai tuanku putri
Terdampar di pantai dengan lecuran
Keseluruhan tubuh
Kami bergotong royong merawat
Dan mengubati Tuanku Putri
Di samping berusaha kami
Membuat sembahyang hajat bermunajat
Kepada Ilahi agar Allah menyembuhkan
Kecederaan Tuanku Putri
Dengan izin Allah
Tuanku Putri sembuh dan sedar dari koma

Mendengar cerita penghuni rimba yang baik budi itu
Putri Rimba menangis hiba
Lama putri rimba menangis
Penghuni rimba juga menangis

"Tuanku Putri hiba benar kami semua
Mendengar tangisan hiba Tuanku Putri
Pasti perjalanan kehidupan tuanku putri
Diselubungi dengan gerhana mendung
Pasti hati tuanku putri luka berdarah....darah...

Di sini gerhana akan bertukar menjadi pelangi cinta
Agar tuanku putri ceria dan bahagia penuh
Kasih dan sayang daripada kami setulus ikhlas

Luka di hati tuanku putri
Kami jahit dengan benang cinta
Agar sesudah ini tuanku putri tidak bersedih lagi
Buat selamanya Insya-Allah Aamin"

Putri rimba menangis hiba
Setelah mendengar pengakuan penghuni rimba
Betapa sayangnya penghuni rimba kepadanya
Hatinya bagaikan disayat-sayat
Seolah tidak percaya
Seolah berada di alam fantasi tapi realiti

"Kami suka melihat tuanku purtri menangis hiba
Tapi kalau tanpa henti sejak tadi kami pun tak tega...
Izinkan kami sapukan air mata tuanku putri dengan
Daunan kasih."

Setelah disapu air mata tuanku putri rimba dengan
Daunan kasih...tuanku putri tidak menangis lagi
Dan senyum meleret

"Ha macam itulah...Syukur Alhamdulillah kali pertama
Melihat senyuman tuanku putri...tenang rasa hati kami....
Istana rimba ini kami bina isimewa untuk tuanku putri
Suka tak?"

"Suka banget...unik dan fantastik!
Hamba amat hargai seumur hidup hamba."

Hari-hari yang dilalui bersama dengan penghuni rimba
Amat membahagiakan...
Saling menyayangi
Saling menghormati
Saling memahami
Saling berkorban
Berkata-kata dalam bahasa nan indah-indah
Tiada rasa disakiti dan menyakiti hati
Tiada rasa sedikitpun cemburu
Cuma yang ada
Sayang....sayang...sayang...
Kasih...kasih...kasih....
Kasih demi-Nya

Inilah dunia yang diimpikan putri rimba
Tuhan memakbulkan doa putri rimba
Tinggal bahagia selamanya bersama penghuni rimba yang penyayang
Karena telalu bersyukurnya putri rimba kepada Tuhan Yang Maha Esa
Setiap kata-kata yang diluahkan adalah
Suara-suara hati semurni kasih
Bicaranya adalah bait-bait syair ,puisi, gurindam dan pantun

Setiap kali putri rimba berkarya
Penghuni rimba akan terharu
Mereka sama-sama menangis hiba
Bersama Putri Rimba ....

Putri Rimba menulis menggunakan
Bulu burung garuda diRaja
Tinta pula adalah campuran
Darah penghuni rimba dengan Putri Rimba
Setiap kali berkarya
Putri Rimba menulis dengan
Sepenuh jiwa sepenuh kasih sayang
Menulis diiringi dengan tangisan hiba

Ukiran karya-karya Putri Rimba di daunan kasih
Setelah dibaca penghuni rimba
Disimpan rapi serapinya
Agar satupun tidak terbuang dalam simpanan
Khazanah Rimba Niagara

Begitulah bermulanya kisah asal usul hamba
Bergelar Putri Rimba Niagara

PUTRI RIMBA NIAGARA
MALAYSIA
11 Mei 2012

RAKYAT RIMBA NIAGARA MENGUCAPKAN TAHNIAH!
SEMPENA MENDAPAT GELARAN RATU DUNIA SANG PUJANGGA!

Apa yang semerbak mewangi ini kunta kunte...
Entah... Tuan Putri nanti hamba pergi tengok

SUBHANALLAH ALHAMDULILLAH ALLAHU AKHBAR
Rakyat jelata sedang menanti untuk mengucapkan
tahniah kepada Tuan Putri dengan membawa jambangan bunga-
bungaan yang cantik sekali...

Tuan putri terasa terharu yang amat sangat
kerana tanpa duganya begitu cepat sekali
seluruh penghuni rimba datang mengucapkan tahniah
dan mereka menyatakan akan melantik tuan putri rimba
sebagai Ratu Istana Rimba Niagara yang memerintah
Rimba Niagara.

Si kunta si kunte di amanahkan untuk mendapatkan mahkota di hari pertabalan Ratu Rimba Niagara nanti.

Kerana kepercayaan seluruh penghuni rimba kepadanya Tuan Putri
Rimba terima dengan rela hati dan ingin mencurahkan bakti pada seluruh penghuni rimba dan seluruh penghuni bumi.

KARYA PUTRI RIMBA NIAGARA
2 Julai 2012

MAHKOTA PUTRI RIMBA NIAGARA DIBELI DENGAN UKIRAN DAUNAN KASIH

Tuan Putri semasa Tuan Putri ditabalkan menjadi Puteri Rimba Niagara
kami penghuni rimba telah bermuzakarah untuk melantik tuan puteri
sebagai ketua yang memerintah seluruh Rimba Niagara ini.

Kami ingin membuat sendiri mahkota tuan putri yang tiada tandingannya dengan buatan manusia tapi memandangkan asal usul tuan putri manusia makanya kami hormat tuan putri agar kami juga mahu menyokong institusi diRaja yang akan dihidupkan semula oleh mereka yang faham betapa pentingnya Institusi diRaja pada rakyat sekalian....seperti kami ...biarpun kami haiwan dan
boleh melantik di kalangan haiwan....tapi kerana semangat kami untuk
menghidupkan institusi diRaja di kalangan manusia makanya kami lantik
Tuan Putri.

Makanya kami arahkan si kunta si kunte menggalas tanggungjawab untuk membeli mahkota Tuan Putri Rimba berbekalkan ukiran daunan kasih hasil karya tuan Putri.

Sudah serata pelosok dunia dijaja ukiran daunan kasih Putri Rimba
masih lagi tiada yang sudi membelinya ....malah mereka mengejek
dan mentertawakan si kunta si kunte....

"Hei...kamu gila ke apa?"
"Kenapa kamu kata kami gila ya....?"
"Nak beli mahkota yang harga berjuta ringgit ini dengan ukiran daunan kasih? takkan gila namanya itu?"
"Dunia kami daunan ukiran kasih ini amat berharga daripada wang ringgit...."
"Dunia kamu lain? Dunia kami lain...dunia kamu penuh fantasi dan anggan-angan manakan sama dengan dunia kami yang realiti? Hahahaha dunia angan...angan..."
Mereka gelakkan si kunta si kunte semahunya.
"Duhai manusia ....begitu sekali kamu hina dunia kami yang mengagungkan kasih suci kerana-Nya...biarpun kamu rasa kamu berada di dunia realiti tapi pada kami dunia kamu penuh kepalsuan, kebencian, dendam membara, berkata-kata saling hina menghina serasa diri sempurna semuanya...makanya kami tak ingin sama sekali berurusan manusia seperti kamu yang berhati busuk...kalau kami bercampur dengan kamu kami berhati busuk juga...dan kami tak akan izinkan sama sekali tuan puteri kami berkawan dengan kamu dan kami yakin jika tuan puteri kami mendengar setiap butiran kata-katamu ini pasti jantungnya akan berhenti berdetak!
Makanya kami akan jauhkan tuan puteri kami dari kamu...namanya manusia yang diberi akal untuk mengungkapkan kata-kata indah tapi tetap juga memilih kata-kata yang mengundang sakit hati manusia....jika manusia sakit hati lantas bergaduh pasti Tuhan akan murka....kamu tak tahu ke....jika kamu rasa kamu ini sudah sempurna segalanya teruskan saja kata-katamu ini hingga ke mati , cuma aku nak pesan sama kamu setiap kata-katamu ada malaikat mencatatnya dan catatan ini akan menjadi saksi di akhirat nanti...berwaspadalah dalam berkata-kata duhai manusia jika kamu mahu selamat dunia akhirat."
"Kamu ini siapa nak menasihatkan kami....sekadar haiwan yang tiada nilaipun pada kami...hahahaha"
"Duhai manusia....biarpun kami haiwan...tapi bila kami mati...di akhirat nanti ..kami tak dihitung dosa pahala....dan kami yakin jika kami berbuat baik pada manusia dan manusia menyayangi kami dan jika dia masuk Syurga dan mereka mendoakan kami untuk datang kepadanya ...kami akan ada di sisinya seperti kami berada di dunia kerana di Syurga apa saja kemahuan ahli Syurga sepantas kilat akan wujud...dan di Syurga bukan fantasi atau angan-angan....itulah sebenarnya alam realiti yang abadi selamanya....tidak seperti di dunia....kalau masih ragu lagi....tunggulah maut menjemputmu baru kamu tahu benar atau tidak kataku ini duhai manusia...."
"Marilah kita pergi tinggalkan manusia begini...kita cakap macam mana pun dia tetap menghina kita...biarlah Tuhan saja yang menyedarkannya."

Sudah sepurnama si kunta si kunte mencari siapakah yang sanggup membeli ukiran daunan kasih Tuan Putri Rimba....Untuk menghilangkan penat mereka singgah di sebuah pantai nan indah permai....terlihat dia seorang jejaka yang sejak tadi memerhatikan mereka....

"Kalian dari mana?"
"Rimba Niagara?"
"Apa yang kalian bawa itu?"
"Ukiran daunan kasih...."
"Boleh hamba tengok..."
"Silakan tuan hamba..."
"Suka hamba pada ukiran daunan kasih ini..."
"Siapakah yang mengarangnya?"
"Tuan Putri Rimba Niagara kami...."
"Boleh kah hamba memiliki ukiran daunan kasih ini...hamba amat sukakanya membuatkan hati hamba jatuh cinta pada Pencipta hamba ...."
"Kata tuan putri kami itulah matlamat tuan putri berkarya agar karya yang ditulis apabila dibaca mengundang Nur Hidayah Kasih Ilahi."
"Sejujurnya hamba memang suka ukiran daunan kasih Tuan Putri ..tuan hamba...Sekarang ini apa syaratnya agar hamba dapat memiliki daunan ukiran kasih ini."

"Sudah serata tempat kami mencari pembeli daunan ukiran kasih putri rimba niagara tapi tiada seorangpun yang sanggup membelinya....jika tuan hamba sudi kami mahu sebuah mahkota untuk pertabalan tuan putri kami sebagai tuan putri rimba niagara. Apakah tuan hamba sudi mencarikan mahkota tersebut sebagai pertukaran ukiran daunan kasih ini."

"Bisa aje dong...yuk kita pergi sekarang."

"Kamu rasa mahkota ini cantik tak untuk Tuan Putri Rimba kamu..."
"Tuan hamba pilih sajalah yang mana satu...tuan hamba suka kami pun suka...."
"Makanya hamba pilih yang ini....pasti Tuan Putri Rimba kamu sukakannya..."
"Terima kasih tuan hamba yang baik budi....moga Allah SWT saja yang dapat membalas segala kebaikan tuan hamba kepada kami seluruh penghuni rimba Niagara..."

(KARYA PURTI RIMBA NIAGARA)
4 Julai 2012
Like · · Unfollow Post · July 4 at 12:09pm
Naga Pamungkas likes this.

(PETIKAN DARIPADA WALL GRUP CERPEN DALAM ASIA TENGGARA)
8 Julai 2012
Yesterday at 8:06am · Like · 3

PUTRI RIMBA MAHU MEMULANGKAN MAHKOTA

Di jendela kamar istana rimba niagara..putri rimba memandang ke laut ombak rindu. Si kunta si kunte dayangnya mengetuk pintu kamar. Dan masuk setelah mendapat keizinan.

"Tuan puteri rimba...kenapa ni...semenjak kebelakangan ini putri gundah gulana....kenapa tuan putri...adakah dia telah melukakan hati tuan putri," kata si kunta.

"Sejak semalam tuan putri tak santapan. Santap sikit ye...hamba suapkan...nanti tuan putri sakit...seluruh penghuni rimba yang susah...
tak lama lagi tuan putri akan ditabalkan menjadi ratu. Ratu kena kuat semangat untuk memerintah rakyat rimba niagara. Tuan putri tak boleh berterusan begini...susah hati kami berdua," si Kunte menyuapkan bubur kegemaran tuan Putri ke mulut putri rimba yang terlalu lemah."

Putri Rimba akur , membuka mulut menerima suapan dari si kunte sambil tersenyum. Untuk menelan bubur nasi itu seperti ada duri di anak tekaknya...sakit sangat tapi demi menjaga hati si kunta si kunte ditelan jua dalam keadaan yang amat sakit. Air matnya mengalir deras sambil tersenyum. Si kunte mengusap air mata Putri Rimba.

"Boleh tuan putri beritahu apa yang perlu kami lakukan ...agar boleh mengembirakan hati tuan putri seperti sedia kala...?"

" Hamba rasa dia sudah tak berminat dengan ukiran daunan kasih hamba lagi...dulu dia tak macam ni...selalu berjanji bersumpah setia akan sentiasa menyokong minat hamba berkarya...dan mahu setia dengan cintanya pada hamba.....maka hamba anggap dia sudah tiada hati pada hamba lagi....maka dari itu hamba mengambil keputusan untuk kalian memulangkan semula mahkota ini padanya. Hamba tak mahu memakainya. Mungkin hamba tak layak menerima pemberian darinya."

"Tuan putri...sabarlah sedikit masa lagi ye tuan putri...mungkin dia dalam situasi yang tekanan ...hingga dia tak mampu untuk berterus terang dengan Tuan Putri....tapi hamba percaya dengan cinta sucinya hanya untuk tuan putri seorang. Dia jatuh cinta dengan karya tuan putri bertemakan Ketuhanan...dari karya tuan putri dia jatuh cinta dengan tuan putri...berarti dia jatuh cinta dengan tuan putri kerana-Nya...kita tunggu sedikit masa lagi....kami berdua akan menyokong percintaan tuan putri," jelas si kunta bersungguh-sungguh.

"Memandangkan kamu pesuruh hamba yang setia yang hamba percaya dan sayangi dunia akhirat....hamba sabar menantikan apa yang ditentukan oleh Allah Azzawajallah pada hamba."

"Ha begitulah tuan putri...senyum ye ...jangan gundah gulana lagi...
Esok pagi-pagi kita pergi pantai ombak rindu ye...sudah lama kita tak bergurindam berpuisi bersama."

KARYA PUTRI RIMBA NIAGARA
10 Julai 2012

MUZIK DERUAN OMBAK RINDU

Pagi itu Putri Rimba duduk di salah sebuah ratuan berbatuan.
Sambil melemparkan pandangannya di lautan ombak rindu...
Sungguh syahdu ..rindu yang dirindui datang semula setelah
Diyakinkan oleh si kunta si kunte.

Dari jauh kelihatan si kunta si kunte...terkinja-kinja sambil
Membawa ukiran daunan kasih yang di ambil dari Galeri
Khazanah Warisan Bangsa Istana Rimba Niagara.
Dari jauh si kunta si kunte sudah melambai-lambaikan tangan seolah-olah tak pernah berjumpa seribu tahun.

"Tuan putri rimba...bahagia kami lihat tuan Putri sudah kembali
pulih sedia kala....macam ni kan bagus...biarpun terjangan ombak
tak jemu memukul kita ...namun kasih kita tetap abadi selamanya tiada siapa yang dapat memisahkan kita kecuali kematian." Akui si kunta.
Diakui si kunte.

"Kami nak bacakan ukiran daunan kasih yang kami ilhamkan istimewa untuk tuan Putri Rimba Kesayangan kami...dengar ya...dan diiringi muzik deruan ombak rindu."

KARYA PUTRI RIMBA NIAGARA
10 Julai 2012

GURINDAM PUISI KASIH SEPENUH JIWA
UNTUK PUTRI RIMBA NIAGARA

"Tuan Putri Rimba...kami berdua ada mengarangkan
gurindam istimewa untuk Tuan Putri."
"Iye ke ...sejak bila ni pandai bergurindam , bersyair,
berpuisi ni kunta kunte..."
"Setiap hari membaca dan menghayati karya tuan putri dari pagi ke petang...petang ke malam setiap hari...ilmu bergurindam berpuisi berpantun dapatlah ke kami Tuan Putri. Tuan Putri asyik mengarang puisi untuk kami...kami juga hendak mengarangkan puisi untuk Tuan Putri..jom kita pergi ke pantai ombak rindu.... di sana nanti banyak ilham dan penuh penghayatan..."
"Wow hebat kalian berdua ye..."

Mereka bertiga pergi ke pantai ombak rindu rimba niagara.
Si Kunta Si Kunte membaca bergilir-gilir. Puisi gurindam kunta kinte
Diringi muzik deruan ombak yang menderu-deru..amat syahdu dialun-alun oleh ombak rindu...

GURINDAM PUISI SAYANG SEPENUH JIWA UNTUK PUTRI RIMBA NIAGARA

Terima kasih Tuhan
Hadirkan kami hamba-Mu
Tuan Putri tuk kami
Kami syukuri dalam iman

Kami dapat menumpang kasih
Kami sayang Tuan Putri kami Tuhan
Kami bahagia hidup bersamanya Tuhan
Hari-hari hidup kami bahagia
Dibajai dengan kasih sepenuh kasih
Hari-hari semakin kasih
Hari-hari semakin sayang

Jika berjauahan kami rindukannya Tuhan
Kami rindukan candanya
Kami rindukan puisinya
Maka kami tak sanggup berjauhan
Darinya Tuhan

Melalui tinta yang dicurahkan
di kanvas daunan ukiran kasih
kami baca kami hayati
Lagi kami baca
Lagi kami teruja
Untuk merindui dan mencintai-Mu Tuhan
Syukur kami Tuhan
Kau kurniakan kami
Tuan Putri yang
Tak lelah tuk
Berbahasa indah
Mengajak kami
Mencintai-Mu Merindui-Mu Tuhan
Syukur Syukur Syukur
Pada-Mu Tuhan
Kurniakan kami Tuan Putri
Yang sayangkan kami demi-Mu Tuhan

Syukur kami Tuhan
Karya yang ditulis oleh tuan putri rimba
Membuatkan manusia di luar sana
Menghargai kami dan menyayangi kami
Tiada siapa yang menzalimi kami Tuhan
Kami hidup aman damai di rimba ini
Tanpa ada rasa takut dan bimbang Tuhan
Syukur kami Tuhan
Tuan Putri sanggup pertaruhkan nyawanya
Tuk melindungi kami Tuhan
Makanya kami juga begitu juga Tuhan
Akan pertahankannya
Kami saling sayang menyayangi karena-Mu Tuhan
Makanya berkatilah hidup kami sehingga akhir hayat kami
Dan kami ingin hidup bersamanya di Syurga-Mu juga Tuhan
Makanya makbulkanlah doa kami ini Tuhan

Duhai Maha Pengurnia Cinta
Duhai Maha Pengurnia Rindu
Cinta dan rindu kami kerana-Mu Tuhan
Kurniakanlah kebahagiaan milik kami selamanya
Di dunia jua di akhirat
Aamiin Ya Rabbal A'Lamin

Putri Rimba yang dari tadi menangis mendengar Si Kunte
Si kunte membaca gurindam puisi yang ditujukan kepadanya
Si kunta si kunte pun membaca dengan esakan tangis syahdu
Dan mereka sama-sama menangis hingga tak sedar ombak
Rindu menerjang mereka bertiga...dan mereka bertiga
terperanjat...

"Terjangan sayang Tuan Putri" kata si kunta.
Mereka bertiga ketawa.

KARYA PUTRI RIMBA NIAGARA
10 Julai 2012

SELURUH PENGHUNI ISTANA BERDUKACITA

"Mahkota hamba? Mahkota hamba sudah tiada Kunta! Kunte!
Terjangan ombak rindu telah membuatkan mahkota hamba hilang...
Macam mana ni....?"

"Tak apa.. kami akan mencarinya sampai dapat...kami tak mahu melihat tuan putri bersedih...mahkota iu terlalu bermakna bagi tuan putri dan seluruh penghuni rimba niagara. Jaga diri baik-baik ya...kami sayang tuan putri..." Si kunta si kunte menyelam ke laut ombak rindu untuk mencari mahkota putri rimba yang hilang akibat terjangan ombak rindu.

Tuan putri meratap hiba setelah si kunta si kunte tak muncul-muncul lagi.

"Kunta kunte...muncullah kalian...jangan buatkan hati hamba bimbang...jangan tinggalkan hamba...hamba rela kehilangan mahkota itu daripada kehilangan kalian berdua...jangan....jangan tinggalkan hamba....kasih kalian sudah cukup untuk hamba merasai hidup ini penuh kasih sayang setulusnya...tolonglah...tolonglah jangan tinggalkan hamba kunta...kunte....hamba sudah lupakan cintanya tapi kalian hendak juga hamba yakin dengan cintanya...kalian hendak sangat hamba bahagia sedangkan kalian tahu hamba dilukainya tanpa ehsan...sekarang ni hamba tak mahu fikirkan dia lagi...yang hamba mahu kalian hidup bersama hamba itu sudah memadai....tak menjadi ratu rimba niagara pun tak apa asalkan hamba ada kalian berdua....tolonglah kasihani hamba kunta kinte....Ya Allah tolong jangan pisahkan kasih kami Ya Allah....Kau hadirkan mereka padaku biarpun cuma haiwan tapi mereka punya hati dan perasaan setulusnya....izinkan aku menumpangkan kasih sayang mereka Ya Allah...tolong Ya Allah...tolonglah hamba-Mu ini Ya Allah." Putri rimba menangis hiba tanpa henti.

KARYA PUTRI RIMBA NIAGARA
10 Julai 2012

MENCARI KUNTA KUNTE DI LAUTAN OMBAK RINDU

Sudah tiga hari tiga malam pakar penyelam dari rimba niagara
mencari kunta kunte tapi tak berjumpa.

Putri rimba tidak putus-putus berdoa agar kunta kunte selamat dan dapat hidup bahagia semula. Dalam linangan air mata putri rimba tertidur.

"Putri...kami dah jumpa mahkota itu ...tuan putri...dan kami ikut kata tuan putri supaya mahkota itu dipulangkan kepada mantan kekasih tuan putri itu dan kami redha sebagaimana tuan putri redha yang dia bukanlah Cinta Ketentuan-Nya untuk tuan putri. Maaflah kami tak dapat pulang...kerana kita sudah berada di alam lain....Percayalah kami sayangkan Tuan Putri....sayang kami hingga ke mati...betul tak kami kata hanya kematian memisahkan kita.....kalau tuan putr rindukan kami datanglah selalu ke pantai ombak rindu kami menanti tuan putri di sana ... kami nampak tuan putri tapi tuan putri tak nampak kami...jangan lupa bacakan kami puisi yang kami karangkan untuk tuan putri ya...
Sampai kapan pun kami sayangkan tuan putri....love u forever n ever..."

KARYA PUTRI RIMBA NIAGARA
10 Julai 2012

ADAKAH BENAR ATAU MIMPI ILUSI

Salam sejahtera buat putri rimba yang kami sayangi
Dunia akhirat...biar pun kita sudah berada di alam lain
Kasih kita tetap abadi selamanya...

Untuk pengetahuan putri rimba...
Kami sekarang ini hidup di dasar lautan
Kami diselamatkan oleh keluarga diRaja duyung
Selepas berlaku pembedahan hati
Di antara duyung dengan kami
Kami telah berubah menjadi duyung yang cantik
Secantik tuan putri
Kami berada di kelahiran baru
Di alam baru
Kami berdua kembar seiras
Kami di panggil
Putri Mas Ayu dan Putri Mas Merah

Betullah kata tuan putri rimba
Kehidupan alam duyung
Amat membahagiakan
Saling sayang menyayangi
Dan saling hormat menghormati di antara satu sama lagi
Kehidupan di sini seperti kehidupan kita di Istana Rimba Niagara
Kami saling bertukar-tukar cerita
Amat mengujakan
Mereka menceritakan kisah cinta
Putera Duyung yang sungguh menyayat hati
Dan kami melihat pusara Mas Merah
Amat cantik di kelilingi dengan taman karang pelbagai warna
Pusara tersebut tidak jemu-jemu didatangi oleh seluruh penghuni
Lautan di seluruh benua lautan
Mereka tak jemu-jemu mendoakan Mas Merah
Dicucuri Rahmat Kasih dari Ilahi
Mas Merah seakan bayangan Tuan Putri Rimba
Watak Mas Merah sama dengan watak Tuan Putri Rimba
Kami amat teruja mendengar kisah cerita Mas Merah
Yang menjadi lagenda di alam duyung ini
Kisah lagenda ini sudah melewati tiga ratus tahun yang lalu
Sama dengan kisah lagenda alam kami
Pengantin Raja Rimba dan Putera Sang Kuriang.
Tuan putri nak tahu mereka amat teruja mendengar
Cerita Tuan Putri Rimba Niagara...
Memandangkan Tuan Putri Rimba adalah bayangan
Ratu Mas Merah bintang legenda Percintaan Alam Duyung
Mereka ingin menghadiah sebuah mahkota Mas Merah
Yang telah mereka simpan 300 tahun dahulu
Dan menurut pendeta duyung
Sudah tiba masanya mahkota yang lama tersimpan
Di serahkan kepada bayangan jelmaan Mas Merah
Mahkotanya terlalulah sangat cantik Tuan Putri
Buatannya penuh seni dan bersama mahkota itu nanti
Dihadiahkan juga kalungan rantai bertahtakan berlian
Hadiah dari putera duyung kepada Mas Merah
Esok tuan putri rimba datang ke pantai ombak rindu
Tempat tuan putri selalu duduk di atas batu dan di situ kami
Akan letakkan mahkota dan kalungan bertahtakan berlian
Hadiah istimewa untuk Tuan Putri Rimba dari alam duyung.

Putri Rimba terjaga dari lenanya.
Dia termenung memikirkan apa maksud yang tersirat
Atas mimpinya itu. Adakah benar atau cuma mimpi ilusinya saja.

KARYA PUTRI RIMBA NIAGARA
12 Julai 2012

HADIAH MAHKOTA DARIPADA KERABAT DIRAJA DUYUNG

Putri Rimba pergi ke pantai laut ombak rindu
Jantungnya berdegup kencang
Langkahnya laju
Serasa ingin terbang sampai
Putri rimba percaya dengan mimpinya
Kerana mimpinya bersangkut paut
Dengan kasih sayang setulus hati
Dan dia percaya pada suara hati
Suara hati tak pernah menipu

Dari jauh bermilauan menyilaukan
Mata Putri Rimba Niagara
Rupanya memang benarlah mimpinya
Apa yang dikatakan oleh
Putri Duyung Mas Ayu & Putri Duyung Mas Merah
Putri Rimba menangis hiba sambil mengucup
Mahkota dan kalungan bertahtakan berlian
Hadiah dari kerabat diRaja duyung lautan

Tiba-tiba kelihatan
Putri Duyung Mas Ayu dan Putri Mas Merah
Mereka berdua seiras cantik rupawan
Tiada tandingannya

Mereka berdua menghampiri Putri Rimba
Yang duduk di batu
Masih tergamam
Apakah yang dilihat ini
Cuma ilusi dalam mimpi atau realiti

"Tuan Putri Rimba...ini kami...
Kami rindu sangat-sangat pada Tuan Putri"

"Apakah ini ilusi dalam mimpi?"

"Tidak Tuan Putri ini realiti
bukan mimpi bukan fantasi bukan angan-angan
Mahkota dan kalungan rantai pemberian dari
Kerabat diRaja duyung pun ada digenggaman
Tuan Putri dan kehadiran kami di hadapan
tuan Putri pun realiti....semuanya realiti Tuan Putri...
Percayalah Tuan Putri bilama mana Allah cuma
Berkata KUN FAYAKUN maka jadilah yang
CINTA ILUSI DALAM MIMPI REALITI jadi realiti
Dalam Kamus ROBBUL IZDZATII tiada yang
Mustahil Semua-Nya Atas Kemahuan-Nya
Yang Bijaksana."

"SUBHANALLAH ALHAMDULILLAH ALLAHU AKBAR"

"Tuan Putri berjanjilah dengan kami...setelah
Ditabalkan menjadi Ratu Rimba Niagara pada 13 hb Ogos 2012
Nanti jadilah Ratu yang memerintah Rimba Niagara penuh adil dan
Saksama...jangan sekali rasa ujub riak kuasa mengaburi hati memerintah semata-mata ingin mendapat Redha Ilahi dan berkat nawaitu Tuan Putri yang ikhlas lagi suci murni itu...jangan lupa doakan kami dan seluruh penghuni lautan ini dapat hidup bersama tuan putri di Syurga ...kerana doa orang yang ikhlas ke jalan-jalan-Nya dimakbulkan Robbul Idzatii Insya-Allah Aamiin Ya Rabbal A'Lamin."

"AAMIIN YA RABBAL A'LAMIN"

"Masih ingat kah lagi puisi yang kami karangkan untuk Tuan Putri Rimba ye..boleh bacakan untuk kami buat kali terakhirnya...dengan puisi ini jugalah kerabat diRaja Duyung mengatakan Putri Rimba adalah jelmaan Ratu Mas Merah yang wujud 300 tahun dahulu... makanya mahkota Ratu Mas Merah dihadiahkan kepada Tuan Putri Rimba dan kalung bertahtakan berlian itu adalah kalung pusaka Putera Duyung yang ingin dihadiahkan kepada Ratu Mas Merah di hari lamaran cintanya kepada Mas Merah. Cintanya tak kesampaian kerana Mas Merah mati tika mahu menyelamatkan nyawa Putera Duyung kekasih hatinya. Kami mendengar kisah cinta mereka sungguh tersayat hati kami Tuan Putri...Moga Tuan Putri diketemukan dengan cinta seperti Putera Duyung..yang setia rela nyawa jadi taruhan demi cinta sejati...berkahwin dengan puteri duyung pun atas permintaan terakhir Ratu Mas Merah. Antara Puteri Duyung dan Ratu Mas Merah tiada rasa cemburu dan tamak kasih sayang...masing-masing saling merelakan kerana mereka tahu cinta adalah Kurniaan dari-Nya yang harus diimani itulah adalah KETENTUAN TAKDIR CINTA DARI-NYA."

KARYA PUTRI RIMBA NIAGARA
12 Julai 2012

HARI PERTABALAN PUTRI RIMBA MENJADI RATU RIMBA NIAGARA

Istana Rimba dihias indah kerana seluruh penghuni rimba akan meraikan hari paling bersejarah di Rimba Niagara iaitu Pertabalan Putri Rimba Niagara sebagai Ratu Rimba Niagara. Dengan pertabalan itu nanti maka termetrilah sudah Ratu Rimba sebagai Ratu yang memerintah seluruh Rimba Niagara.

Seluruh Penghuni Rimba menyambut berita ini dengan gembira dan berita gembira inilah yang ditunggu-tunggu sejak berkurun lamanya.

Mereka semua bergotong royong untuk meraikan majlis paling bersejarah itu.

Di hari tersebut Putri Rimba didandan indah oleh jurusolek yang terkenal dan pakaian Tuan Putri ditaja oleh seorang hamba Allah yang meminati ukiran daunan kasih Tuan Putri dan sentiasa menyokong Tuan Putri dari mula mengenali hingga ke akhirnya.

Hari Pertabalan tersebut di adakan pada Tanggal 13 hb Ogos 2012.
Semua mata tertumpu kepada Tuan Putri Rimba Niagara tika itu.
Ketika mahkota di letakkan di atas kepala Tuan Putri Rimba Niagara
bergema...ALLAHU AKHBAR ALLAHU AKHBAR ALLAHU AKHBAR

Putri Rimba yang sudah bergelar Ratu Rimba Niagara tertunduk
sambil menitiskan airmata. Ratu Rimba Niagara bertitah ...

BismillahirRahmanirRahim
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kepada seluruh penghuni rimba yang beta kasihi dunia akhirat.
Beta bersyukur ke hadrat Ilahi dengan pengurniaan ini kepada
beta.

Biarpun sudah ditabalkan menjadi Ratu untuk
memerintah seluruh Rimba Niagara ini...beta tetaplah seorang
hamba-Nya yang kerdil di Sisi-Nya.

Beta ditabalkan menjadi Ratu di Rimba Niagara ini adalah atas Ketentuan Ilahi makanya beta terima dengan redha dengan harapan semoga beta dapat menjalankan tanggungjawab beta sebagai seorang Ratu yang bertanggungjawab kepada semua rakya di Rimba Niagara ini. Jika beta mengabaikan tanggungjawab beta sebagai seorang Ratu pasti di akhirat nanti beta akan ditanya oleh Allah Azzawajallah maka dengan ini beta merayu kepada seluruh penghuni Rimba Niagara memberi kerjasama kepada beta untuk melestarikan keamanan dan kemakmuran Rimba Niagara ini demi seluruh rakyat Rimba Niagara agar dapat hidup aman damai tenteram bahagia dalam Redho Ilahi berkekalan selama-Nya selagi ada bulan dan matahari. Aammin Ya Rabbal A'Lamin.

Setelah Ratu Rimba Niagara habis bertitah bergemalah suara seluruh rakyat Rimba Niagara.

DAULAT TUANKU RATU! DAULAT TUANKU RATU!
DAULAT TUANKU RATU!

KARYA: PUTRI RIMBA NIAGARA
13 Ogos 2012
24 Ramadan 1433H

RATU RIMBA NIAGARA

Boleh ku tanya tak?
Silakan...
Napa bukan putri lagi ratu pulak menyampah aku
engkau selalu perasan engkau ini hebat sangatkan?
detik hati aku
rasa meluap-luap
menyampah aku
engkau tak cermin ke engkau tu sapa?
tak punya apa-apa
tak punya harta
tak punya darjat
dan tak ada layak langsung
kalau aku layaklah semuanya ada
keturunan raja, jelitawan,kebijaksanaan
antara kau dan aku bagaikan langit dengan bumi
ingatlah engkau tak punya apa-apa sedarlah diri kau tu siapa
sebelum hendak menggelarkan diri Ratu
sejujurnya aku tak suka dengar ok?

Duhai kawan...
aku sentiasa sedar diri aku siapa
aku sentiasa cermin diri aku siapa
yang tak punya apa-apa
kerana aku lahir ke dunia ini pun tak punya apa-apa
dan tika mati... cuma kain kafan aje dibawa pergi
aku tak sesempurna hidup engkau
yang semuanya sempurna
engkaulah jelitawan
engkaulah bangsawan
engkaulah terpandai tiada terlawan
semuanya tertawan
Aku tak sehebatmu

Aku bersyukur apa adanya
aku bukan hendak sangat menjadi Ratu
tapi itu adalah kehendak penghuni rimba
mereka hendak aku menjadi Ratu Rimba Niagara
atas amanat si kunta si kunte
yang telah mati ditelan ombak rindu
tika mencari mahkota Putri Rimba
yang hilang di dasar lautan ombak rindu

Mereka berdualah yang beria-ia
sangat mengusulkan kepada
seluruh penghuni rimba
untuk melantik putri rimba
sebagai Ratu Rimba Niagara
semua penghuni rimba setuju
dengan cadangan itu

Duhai kawan...
Jika dibandingkan dengan kasih sayang
si kunta si kunte
yang hidupnya sentiasa
mahu aku bahagia
mahu aku tersenyum
mahu aku bersyukur
mereka sentiasa menyokong
dunia sasteraku
yang kuukirkan
di daunan kasih
Rimba Niagara

Tika mahu membeli mahkota
mereka sanggup mencari
pembeli daunan ukiran kasihku
sepanjang mencari pembeli
mereka sanggup dihina ditertawakan
oleh manusia di luar sana mengatakan
tiada siapa yang sudi membeli
kerana ukiran daunan kasih Putri Rimba Niagara
adalah dunia fantasi dan cuma angan-angan
yang tak akan jadi realiti
ukiran itu cuma omongan kosong
yang tak ada apa-apa arti
sesiapa yang membacanya

Si kunta si kunte
sanggup dihina dicerca oleh manusia di luar sana
demi mempertahankan daunan ukiran kasih Putri Rimba
mereka terus mencari dan mencari tanpa ada rasa putus asa
siapakah yang sanggup membeli daunan ukiran kasih putri rimba
di serata pelosok dunia tapi tidak juga yang sudi membelinya

Kerana tidak mahu berputus asa
akhirnya mereka berjaya mendapatkan seorang yang sanggup membeli
ukiran daunan kasih dan dengan wang itu mereka dapat membeli
mahkota putri rimba niagara
tapi mahkota itu hilang ditelan ombak rindu
ketika putri rimba sedang berlagu syair gurindam puisi
ombak rindu menerjang putri rimba hingga hilang mahkota
ditelan ombak rindu
si kunta si kunte mencari mahkota itu
setelah mencari mereka terus hilang hingga sekarang
tak timbul-timbul

Kalaulah aku tahu si kunta si kunte
akan mati kerana ingin mencari mahkota
aku rela mahkota itu hilang
aku rela tak ditabalkan menjadi Ratu Rimba
asalkan aku mendapat kasih sayang si kuna si kunte
kerana kasih sayang mereka tiada ternilai
jika hendak dibandingkan dengan
bernilainya mahkota
benilai darjat seorang ratu
itu bukan yang aku dambakan
yang aku dambakan kasih setulus hati kerana-Nya

Kata si kunta si kunte
mereka terlalu sayangkan aku
nyawa mereka jadi taruhan demi kasihkan aku
kalau boleh biarlah mereka yang mati dulu
kerana mereka tak sanggup menanggung kesedihan berpisah denganku
Masya-Allah itu yang membuat aku menangis
aku katakan pada mereka
kalau macam tu
biarlah kita sehidup semati
biarlah sama-sama mati
baru senang hati
tapi takdir Tuhan mesti diimani
mesti redha atas ketentuan-Nya
aku redha atas kematian si kunta si kunte

Kerana aku terlalu cinta kasih sayang
setulus hati kepada mereka
yang mahukan aku menjadi Ratu Rimba Niagara
agar terjaga keharmonian dan kedamaian Rimba Niagara
makanya aku akur dengan penuh rasa kerdil di hadapan-Nya
moga kau sudi faham kenapa aku
terima pertabalan aku sebagai
RATU RIMBA NIAGARA
pada 13 Ogos 2012

KARYA RATU RIMBA NIAGARA
13 Ogos 2012
24 Ramadan 1433H

MAHKOTA PUTRI RIMBA NIAGARA

Tuan Putri semasa Tuan Putri ditabalkan menjadi Ratu Rimba Niagara kami penghuni rimba telah bermuzakarah untuk melantik tuan puteri sebagai ketua yang memerintah seluruh Rimba Niagara ini.

Kami ingin membuat sendiri mahkota tuan putri yang tiada tandingannya dengan buatan manusia tapi memandangkan asal usul tuan putri manusia makanya kami hormat tuan putri agar kami juga mahu menyokong institusi diRaja yang akan dihidupkan semula oleh mereka yang faham betapa pentingnya
Institusi diRaja pada rakyat sekalian....seperti kami ...biarpun kami haiwan dan boleh melantik di kalangan haiwan....tapi kerana semangat kami untuk menghidupkan institusi diRaja di kalangan manusia makanya kami lantik Tuan Putri.

KARYA RATU RIMBA NIAGARA
13 Ogos 2012
24 Ramadan 1433H

CINTA ILUSI DALAM MIMPI REALITI

Duhai kawan yang baik budi...

Dari usia remaja hingga ke usia senja
Yang kupertaruhkan dalam hidupku
Adalah kejujuran keikhlasan dan pengorbanan
Sebab itu diriku adalah lilin
Sampai akhir hayat pun tetap lilin
Maka dari itu dengan apa yang kulalui ini
Di sepanjang hidupku ini
Aku muhasabah diri
Diriku tetap insan yang tak sempurna
Biarpun aku cuba sedaya mampu untuk
Menjadi insan yang sempurna

Tempat aku muhasabah diri
Ada di Rimba Niagara ini
Aku jumpa dengan dunia sebenarku
Inilah dunia yang kuimpikan
Biarpun pada pandangan mereka
Cumalah fantasi dan angan-angan
Tapi aku yakin dengan duniaku
Kerana suara hati tak pernah menipu

Di sini aku mendapat
Kasih semurni hati
Tanpa ada berpura-pura dalam berkata
Kata-kata semanis gula
Kata-kata seiring hati

Kami selalu bercanda
Tapi bercanda tiada menyakitkan
Hati atau sengaja untuk menyindir

Berkaryalah aku semahuku
Mereka sentiasa memberi sokongan/dukungan
Tanpa ada rasa iri hati

Di Rimba Niagara ini
Semakin hari semakin sayang
Bukan semakin hari semakin benci
Sekali tangan berjabat
Tersimpul mati hingga ke mati

Di Rimba Niagara ini
Tiada yang rasa mementingkan diri sendiri
Semuanya saling berkorban
Biarpun nyawa jadi taruhan
Demi keamanan dan kemakmuran Rimba Niagara
Penghuninya bersatu hati
Saling sokong menyokong
Ke arah kecemerlangan hidup dunia dan akhirat
Setiap bakat penghuni rimba dihargai
Bukan jadi bahan cercaan dan penghinaan
Kerana di sini tiada dengki mendengki
Dendam mendendam
Yang ada cumalah
Kasih sayang semurni hati
Merasakan esok berjumpa Robbul Idzatii
Sebab itu pesona dunia
Bukan matlamat kami
Kerana matlamat kami
Mahu hidup berkasih sayang dalam redha Ilahi
Agar tenang roh dan jasad
Setenang Air di Kali Syurga
Insya-Allah berjumpa Tuhanpun dalam keaadaan tenang
Kerana kami tahu Allah Robbul Idzati
Mahu berjumpa hamba-Nya hanya yang berjiwa tenang saja

Maka kami berazam selagi hayat ada
Digunakan semaksima mungkin
Untuk terus saling sokong menyokong
Ke jalan-jalan yang di Redhai
Sebagai bekalan di hari mati

Makanya di Rimba Niagaralah
Tempat igauanku dalam mimpi
Yang kularikkan dengan tinta-tinta
Kasih dan cinta kerana-Nya
Biarpun sekadar mimpi ilusi
Tapi ku yakin jika
Allah Robbul Idzatii Berkata
KUN FAYAKUN
Maka jadilah
CINTA ILUSI DALAM MIMPI REALITI
Jadi realiti
Aamiin Ya Rabbal A'Lamin

KARYA PUTRI RIMBA NIAGARA
13 Ogos 2012

(PETIKAN DARIPADA WALL RATU RIMBA NIAGARA)
13 ogos 2012
24 Ramadan 1433H
(DISIARKAN DI WALL H.H. HAJI HASSANAL BOLKIAH , PRINCE ABDUL MALIK ,TENGKU MULYA AMRIL AMAN SALEH, KEDATON KERATON WAHYU UTAMA,PERKUMPULAN KERATON NUSANTARA, KERATON NUSANTARA , GRUP PUJANGGA RATU RIMBA CINTA 5 BENUA)
10 Oktober 2012
(PETIKAN DARIPADA WALL PRINCE ABDUL MALIK)
24 Muharram 1434H
7 Muharram 2012M
Like ·  · 
0 comments

TEATER BANGSAWAN DIRAJA PENGANTIN RAJA RIMBA KARYA RATU RIMBA NIAGARA


Ratu Rimba Niagara updated her cover photo.
Like ·  · Promote · 




SINOPSIS & SKRIP & SYAIR ‘PENGANTIN RAJA RIMBA’


Mengisahkan perkahwinan harimau dengan monyet pada tahun 2020.
Betapa meriahnya hari tersebut kerana semua binatang di darat dan
di laut meraikannya. Tidak kira binatang buas, jinak, besar dan kecil
masing-masing membawa hadiah yang unik.

Pada sebelah malamnya pula berselerakkan bintang-bintang di langit
di merata-rata tempat. Pelamin dihias denga
n lampu-lampu
berwarna-
warni. Di hadapan pelamin penuh dengan hantaran kedua-dua belah
pengantin. Sebelum monyet menyambut hari perkahwinan, monyet
menghadapi pelbagai cabaran.

Monyet mempunyai falsafah mengapa dia berkahwin dengan harimau.
Di antaranya:

1. Menyatupadukan binatang buas dengan jinak.
2. Mewujudkan keharmonian masyarakat seluruh jenis binatang.
3. Mewujudkan masyarakat yang kuat membantu yang lemah.
4. Yang berlebihan membantu yang kurang.
5. Saling faham memahami di antara satu sama lain.
6. Saling sayang menyayangi di antara satu sama lain.
7. Saling hormat menghormati di antara satu sama lain.
8. Saling memberi kerjasama dalam suasana harmonis.
9. Mewujudkan masyarakat yang berwawasan.
10. Menyatupadukan pelbagai kaum dengan semangat perpaduan demi
kedamaian penghuni rimba dan lautan untuk selamanya.

Pada malam yang ditunggu-tunggu oleh semua penghuni rimba dan
lautan iaitu menandakan masuknya tahun 1 hb 1 tahun 2020 mereka
semua menyambut dengan sorakkan dan percikkan bunga api yang
mengindahkan langit rimba meraikan,' Perkahwinan Raja Rimba’ yang
menjadi simbol penyatuan kaum semua penghuni rimba mengecapi
kehidupan aman damai selamanya.

Karya Ratu Rimba Niagara
1 Januari 1995 @ 16 Muharram 1434H @ 30 November 2012
Like · · Share

Suffian Mohd Noor likes this.

SYAIR PENGANTIN RAJA RIMBA
Tersebutlah kisah satu cerita,
Puteri Monyet yang cantik jelita;
Berhemah tinggi tidak terkata,
Di mana saja berdukacita.

Raja harimau pilihan hati,
Mengadu hasrat pada merpati;
Agar cinta jadi sejati,
Jasa si burung tetap diingati.

Puteri Monyet memendam rasa,
Dihina kawan tidak berasa;
Tidak mudah berputus asa,
Korban cinta untuk berjasa.

Raja harimau termakan budi,
Sakitnya kekasih tidak terperi;
Menentang sawa kuat menjadi,
Cinta dibalas patut diberi.

Raja Harimau menerima surat,
Surat dibaca menyatakan hasrat;
Cinta membara bertambah sarat,
Kalau jodoh telah tersurat.

Raja Harimau membalas cinta,
Gembiranya hati Puteri Jelita;
Siang dan malam bertemankan tinta,
Agar cinta terus bertahta.

Jasa si burung tidak dilupa,
Terbang tinggi bertegur sapa;
Mengalir keringat tidak mengapa,
Tanda kasih sedemikian rupa.

Kad jemputan terus diedar,
Semua terkejut tiadalah sedar;
Ada yang memandang terus tersandar,
Asalkan pengantin cinta tak pudar.

Semua haiwan bergotong royong,
Sediakan pelamin pengantin tersayang;
Bergurau senda semakin matang,
Gembiranya hati semua yang datang.

Malam dinantikan penuh debaran,
Parsandingan Pengantin Raja Rimba yang dinantikan;
Semua gembira tibanya perkahwinan,
Majlis perkahwinan yang dibanggakan.

Tetamu datang dari daratan dan lautan,
Berpakaian cantik meraikan pengantin kesayangan;
Mengucapkan tahniah penuh kesyukuran,
Kerana pengantin idola perdamaian.

Pelbagai hadiah dibawa tetamu,
Tetamu disambut dan dijamu;
Dijamu makanan pelbagai menu,
Sambil makan menantikan pengantin rasa tak jemu.

Tepat Jam 12 Malam semua bersorakkan,
Tahun baru 2020 diraikan seiring majlis pengantin;
Di langit rimba bunga api berpecikkan ,
Meraikan Pengantin Raja Rimba yang budiman.

Pengantin diarak menuju pelamin,
Gajah membawa pasangan pengantin:
Paluan kompang bernyanyi-nyanyian,
Di malam yang penuh kemeriahan.

Duduk bersanding jeling menjeling,
Sambil menjeling tersenyum sayang;
Sayangnya pengantin kepada tetamu yang datang,
Dilemparkan senyuman mesra tanda kasih sayang.

Semua kumpulan tetamu membuat persembahan,
Dipersembahkan kepada pengantin kesayangan;
Pengantin gembira keterharuan,
Melihat persembahan yang mengasyikkan.

Perkahwinan Pengantin Raja Rimba lambang kebanggaan.
Kebanggaan penghuni rimba dan lautan;
Pelbagai kaum dapat disatukan,
Hidup aman damai dalam perpaduan.

Sekian sahaja syair Pengantin Raja Rimba dipersembahkan,
Untuk tatapan semua tetamu undangan;
Salah dan silap harap dimaafkan,
Moga persembahan ini dapat menghiburkan.

Karya: Ratu Rimba Niagara
16 Muharram 1434H
30 November 2012M

SKRIP DRAMA PENTAS PENGANTIN RAJA RIMBA

BABAK PERTAMA (PERTENTANGAN)
Dimulakan dengan syair:

Tersebutlah kisah satu cerita,
Puteri Monyet yang cantik jelita;
Berhemah tinggi tidak terkata,
Di mana saja berdukacita.

Puteri Singa : Tuan puteri rimba! Cermin sikit
muka tu… dahlah hodoh ada hati nakkan Raja Harimau kekasih hamba.

Puteri Rimba: Kenapa tuan puteri singa sakit hati dengan beta..
kenapa? Beta tak pernah pun hina puteri singa atau sesiapa
saja. Walaupun beta tak cantik tapi beta tak pernah susahkan sesiapa

Puteri Singa : Puteri Rimba ni perasan sangat. Raja Harimau tengok
wajah puteri rimba pasti tak minat.

Puteri Rimba: Puteri Singa cemburu dengan beta kan?
sebab selama ini tak ada putera-putera raja rimba yang minat dengan
puteri singa.

Puteri Singa : Untuk mengetahuan puteri rimba, Raja Harimau
tak layak dengan puteri rimba tapi…kalau dengan beta bagaikan
pinang dibelah dua.(GELAK).

BABAK KEDUA (SEMANGAT)

Raja harimau pilihan hati,
Mengadu hasrat pada merpati;
Agar cinta jadi sejati,
Jasa si burung tetap diingati.

Burung : Tuan Puteri… patik tahu tuan puteri sedang
memendam rasa cinta terhadap harimau. Kenapa tuan puteri
tak mahu terus terang aje pada Raja Harimau?

Puteri Monyet : Beta malulah… siapalah beta hidung tak
mancung pipi tersorong-sorong.

Burung : Zaman sekarang ni… zaman terus terang,
siapa cepat dia dapat.

Puteri Monyet : Bukan semudah itu burung, kalau beta jatuh
cinta dengan kaum sejenis dengan beta tak apalah.
Ini dengan keturunan garang lagi ganas.
Silap… silap haribulan beta yang dibahamnya.

Burung: Dah tahu ganas dan garang kenapa jatun cinta?

Puteri Monyet : Apa nak buat… hati dah terbekenan,
Asyik rindukannya dan terngigau-ngigau...

Burung : Begitu hebat sekali cinta tuan puteri sampai ngigau-ngigau tu..
weettt...weeet....(gelak)

Puteri Monyet : (Tersipu malu senyum)
Beta harap cinta yang tertanam di sanubari ini menjadi kenyataan.

Burung : Kasihan patik mendengarnya. Angan-angan puteri rimba
tinggi melangit. Kadang kala apatik fikirkan puteri ni
dah tak siuman kerana membuat keputusan yang tak
masuk akal.

Puteri Monyet: Bukan tuan hamba je yang kata aku macam tu. Boleh dikatakan
semua mengatakan beta dah gila.(MENGELUH) Manalah tahu satu hari
nanti tuah menyebelahi beta. Masa tu baru tuan hamba tahu siapa beta.

Burung : Tak payah tuanku cerita, semua rakyat rimba tahu…
siapa puteri rimba. Puteri rimba yang pintar, suka menolong
kawan, bercita-cita tinggi, berwawasan, berjiwa murni dan kuat
berpegang kepada falsafah.

Monyet: Ke situ pulak tuan hamba. Beta tak mintak pun tuan hamba puji beta.
Yang beta mahu tuan hamba berikan beta pendapat bagaimana tuan hamba dapat
menolong beta dalam mengeratkan lagi percintaan beta dengan Raja Harimau.

Burung : (KETAWA) Puteri rimba...puteri rimba... tuanku ni tak kenal
erti putus asa. Baiklah… Puteri Rimba karang satu warkah menyatakan
hasrat hati tuanku puteri pada Raja Harimau… biarkan patik poskan surat
tu pada Raja Harimau.

Monyet : (SENYUM) Ha… macam tulah kawan.Sanggup menolong beta.

BABAK KETIGA (PERTENTANGAN)

Puteri Monyet memendam rasa,
Dihina kawan tidak berasa;
Tidak mudah berputus asa,
Korban cinta untuk berjasa.

Putera Monyet Kenapa dinda tak sukakan kanda? Sedangkan
kanda boleh berikan segala-galanya pada dinda. Kitakan satu jenis,
satu hati.

Puteri Monyet : Kanda ingat,cinta boleh dibeli dengan sekelip mata?

Putera Monyet : Bukan kanda saja yang menentang percintaan dinda tu,
malah semua rakyat rimba niagara ini.

Puteri Monyet : Dainda tak kisah kanda... Yang bercintanya dinda… bukan mereka.

Putera Monyet : Apa kelebihan Raja Harimau tu hinggakan dinda sanggup
melupakan asal usul dinda ...keturunan yang lemah?

Puteri Monyet : Cinta itu unik, murni… memerlukan pengorbanan.
Apa salahnya dinda korbankan diri dinda untuk cinta demi semata-mata…

Putera Monyet : Kepentingan dinda! Dinda ingin mengejar
glamor. Biarlah semua rakyat rimba niagara mengatakan betapa hebatnya
dinda dapat memikat raja segala yang ada di rimba ini... Yalah punya kuasa,
tampan dan digeruni oleh semua rakyat rimba. Macam kanda ni apalah
ada.

Puteri Monyet: Betul kata kanda tu, kerana Raja Harimau mempunyai
kuasa dan digeruni oleh rakyat rimba maka dinda jatuh cinta dengan tuanku raja.

Putera Monyet : Memang kanda dah agak dari awal jadi dinda ni
gilakan kuasa hingga sanggup menggadai cinta. Kanda jijik! Jijik!
Mempunyai kaum yang sejenis macam dinda ni!

Puteri Monyet : Kanda nak pandang jijik ke atau apa saja yang
kanda nak kata… katalah. Dinda tak kisah. Asalkan cinta dinda tercapai
akhirnya.

Putera Monyet : Kanda pelik bin ajaib dalam sekelip mata dinda dah
berubah. Dulu dinda tak macam ni. Dinda terlalu pentingkan kaum
dinda. Dinda bersikap perkauman.

Puteri Monyet : Kerana ingin mengikis sikap perkauman yang
menebal dalam diri dinda inilah dinda mengambil keputusan untuk
jatuh cinta dengan Raja Harimau.

Putera Monyet : Maksud dinda?

Puteri Monyet : Cuba kanda fikir di dalam hutan ini terdiri
daripada pelbagai jenis rakyat rimba (binatang). Kalau masing-masing asyik
mementingkan kaumnya saja tanpa memikirkan kepentingan
rakyat rimba lain. Kalau macam tu bagaimana kita hendak bina
generasi kita yang berwawasan dalam keadaan huru hara.
Siapa yang susah? Anak cucu kita yang susah. Apa salahnya
kita merancang dari sekarang agar anak cucu kita mengecapi
kebahagiaan yang hakiki.

Putera Monyet : Kanda tak terfikir pun yang dinda berfikiran
sampai ke situ.

Puteri Monyet : Salahkah dinda… dinda korbankan cinta dinda untuk
anak cucu kita dan seterusnya kedamaian rimba ini. Jika kita
hidup dalam keadaan aman damai tak siapapun berani untuk
menceroboh rimba ini. Kita buktikan pada manusia, walaupun
kita haiwan tapi kita lebih mulia daripada mereka. Dinda ingin
memadamkan dalam kamus manusia kata istilah,
‘ Peragai seperti binatang.’

Putera Monyet : Sekarang baru kanda faham, mengapa dinda
jatuh cinta dengan Raja Harimau. Mulai sekarang kanda akan memberi
sokongan/dukungan agar cita-cita dinda tercapai.

BABAK KEEMPAT (JATUH CINTA)

Raja harimau termakan budi,
Sakitnya kekasih tidak terperi;
Menentang sawa kuat menjadi,
Cinta dibalas patut diberi.

Raja Harimau : Sedapnya buah durian tu… kalau beta dapat makan…
alangkah…

Puteri Monyet : Dinda faham kanda inginkan buah durian, biarlah dinda
tolong ambilkan.

Raja Harimau : Sungguh baik hati dinda… kanda kuat tapi kanda
tak boleh memanjat. Sungguhpun kanda binatang yang hebat tapi
kanda ada kekurangan.

Puteri Monyet : Tuhan itu Maha Adil. Semua makhluk yang
dijadikan mempunyai kelebihan dan kekurangan. Justeru
apa salahnya kelebihan yang ada pada dinda ini dapat dinda
membantu binatang-binatang lain.

Raja Harimau : Kata-kata dinda tu menyedarkan kanda.
supaya kita jangan hidup sombong dan bongkak.
Tiada yang kekal di dunia ini melainkan Allah.

Puteri Monyet : Ha… makanlah sepuas hatimu harimau.
( MONYET MEMBERIKAN DURIAN)

Raja Harimau : (CUBA MENGOPEK DURIAN GAGAL LALU MENGELUH)

Puteri Monyet : Nanti luka … kanda harimau.

Raja Harimau : Selalunya kanda melukakan mangsa kanda tapi kopek
durian pun kanda tak boleh.

Puteri Monyet : Kali ni biarlah kuku kanda yang tajam tu hanya akan
berbisa bila hendak menyelamatkan penghuni rimba ini ye.
Biar dinda tolong kopekkan durian ni.

Raja Harimau : Hati-hati dinda… nanti luka tanganmu.

Puteri Monyet : Tak apa dinda sudah biasa terluka.

Raja Harimau : Lain macam bunyi nye tu. Mulai hari ini
tiada siapa akan berani melukakan hati dinda lagi. Kalau berani…
mari bertarung dengan kanda dulu.

Puteri Monyet : Ha… dah buka pun kulit durian ni …makan puas-puas kanda..
Kalau tak cukup dinda ambilkan lagi.

(TERUS MEMANJAT POKOK TANPA MENYEDARI ADA
SEEKOR ULAR SAWA)

Puteri Monyet : Tolong lepaskan hamba! ( DIBELIT OLEH ULAR SAWA).

Raja Harimau : Hai ular sawa! Kalau tuan hamba benar-benar gagah
mari turun ke mari. Jangan dengan binatang yang lemahtuan hamba
nak tunjukkan kekuatan.

Ular Sawa: Tuanku hendak mencabar patik ya Raja Harimau.
Baiklah sekarang patik turun.

(HARIMAU BERLAWAN DENGAN ULAR SAWA AKHIRNYA
ULAR SAWA TEWAS)

Ular Sawa : Tuanku memang gagah. Ampunkan patik.
Patik mengaku kalah.

Raja Harimau: Tuan hamba tak salah dengan beta tapi dengan puteri rimba.
Baik tuan hamba pergi minta maaf dengannya.

Ular Sawa : Puteri rimba maafkan patik kerana mengganggu puteri rimba.

Puteri Monyet : Beta maafkan . Lain kali jangan tunjuk kuat pada
binatang yang lemah. Sepatutnya binatang yang kuat membantu
yang lemah. Barulah aman. Sudahlah tu mari kita makan bersama-
sama.

(KETAWA BERSAMA-SAMA)

BABAK KELIMA (SURAT)

Raja Harimau menerima surat,
Surat dibaca menyatakan hasrat;
Cinta membara bertambah sarat,
Kalau jodoh telah tersurat.

Harimau: Surat siapa yang tuan hamba bawa tu burung?

Burung : Surat istimewa ni untuk tuankulah.

Raja Harimau: Siapa ya… yang berani hantar surat istimewa
pada beta?

Burung : Surat cinta.

Harimau : Eh! Siapa pulak yang berani jatuh cinta dengan beta?
.
Burung : Kalau tak percaya … bacalah. (MEMBERI SURAT)
Selamat tinggal! Selamat membaca…

Raja Harimau : (Membuka surat lalu membaca)

Surat Puter Monyet : Salam sejahtera buat kanda harimau,
janganlah terperanjat apabila membaca warkah
pertama dinda ini. Biarlah dinda berterus terang
pada kanda bahawa dinda telah jatuh cinta pada kanda
ketika pertemuan yang tidak disengajakan tempoh
hari. Maaf!Kerana jatuh cinta tanpa pengetahuan kanda.

Kegagahan kanda melawan ular sawa amat mengagumkan dinda.
Syabas! Kanda telah menggunakan kekuatan kanda untuk
menyelamatkan nyawa dinda. Dinda harap kegagahan kanda
berkekalan selamanya untuk menyelamatkan nyawa
beribu-ribu binatang di rimba ini tanpa mengira
siapa pun mereka. Iyalah kalau difikirkan siapalah
dinda untuk jatuh cinta pada kanda. Ah! Malunya dinda.

Dinda harap kanda tidak memarahi dinda setelah
mendengar pengakuan ikhlas dari dinda.
Sekiranya kanda balas cinta dinda betapa bahagianya dinda.
Secara tak lansung segala cita-cita dinda menjadi
kenyataan. Oleh itu agar dinda tidak ternanti-nanti
kanda balaslah warkah dinda ini.

Akhir kata sambutlah salam hormat dari dinda,

Yang perasan,

Puteri Rimba Niagara,

Raja Harimau : (SENYUM) Sambil melekapkan surat di dadanya.
Ya… Beda bedu….! ( GEMBIRA YANG BUKAN KEPALANG)

Puteri Harimau : Surat siapa tu? Sukanya kanda?
Kenapa? (TERUS MERAMPAS SURAT DARI RAJA HARIMAU)
Oh! Surat cinta rupanya! Patutlah tersengih-sengih.
Habis tu kanda terima cintanya?

Raja Harimau : Diam.

Puteri Harimau Kalau kanda terima puteri rimba…
cinta dinda ni kanda nak campak mana?

Raja Harimau: Dinda jadi permaisuri kedua kandalah (GELAK).

Puteri Harimau : Kanda ingat dinda suka berkongsi suami? (MARAH)

Raja Harimau Kalau tak suka… diam-diam ajelah!

Puteri Harimau : Mana dinda boleh diam kekasih dinda diambil binatang lain .
Dinda akan tentang habis-habisan!

Raja Harimau : Hei! Sejak bila kanda jadi kekasih dinda ye!
Setahu kanda dinda cuma teman biasa aje. Jangan lekas perasanlah.(GELAK)

Puteri Harimau : (SAKIT HATI LALU PERGI).

BABAK KEENAM (BALAS CINTA)

Raja Harimau membalas cinta,
Gembiranya hati Puteri Jelita;
Siang dan malam bertemankan tinta,
Agar cinta terus bertahta.

Raja Harimau : (MEMBALAS SURAT KEKASIH HATI)

Buat tatapan adinda puteri rimba.., warkah dinda telah kanda terima
dan diucapkan jutaan terima kasih di atas pengakuan ikhlas dinda itu.
Biarlah kanda katakana di sini niat dinda untuk menjadikan kanda
kekasih dinda ...kanda terima dengan rela hati. Biarpun kanda
tahu keputusan yang kanda ambil ini akan menggemparkan seluruh
binatang di darat mahupun di laut. Kanda sedar, betapa pentingnya
kedamaian.

Memang kanda akui kanda bongkak, sombong dengan kekuatan
yang kanda miliki untuk membunuh mangsa-mangsa kanda tapi
setelah berkenalan dengan dinda tempuh hari segala
kebongkakkan kanda terpadam dengan tiba-tiba.
Kehadiran dinda pada hari itu telah melembutkan keganasan kanda.
Terima kasih dinda puteri rimba , semoga dinda tetap menjadi
kekasih kanda yang setia.

Akhirkata sambutlah salam hormat daripada kanda.

Yang Mencintaimu,

Kanda Harimau.

BABAK KETUJUH (POS)

Jasa si burung tidak dilupa,
Terbang tinggi bertegur sapa;
Mengalir keringat tidak mengapa,
Tanda kasih sedemikian rupa.

Burung : Sudah siap ke surat balasan?

Raja Harimau : Sudah…bawa tu baik-baik ye… jangan sampai tercicir.

Burung : Tuanku taka tak percayakan patik ke?

Raja Harimau: Beta cuma beri ingatan je! Kan elok saling ingat
mengingati.

Burung : Terima kasih atas nasihat tuanku tu. Patik akan pastikan
surat ini selamat sampai kepada tuan puteri rimba .
(MENGAMBIL SURAT)

* * * * *

Burung : (MENGAH) Tuan puteri rimba… ini surat tuan puteri bacalah cepat.

Monyet : Terima kasih burung. Semoga Tuhan membalas budi baikmu,
(MEMBACA KEMUDIAN SENYUM PANJANG)

Burung : Macam mana ada tindak balas tak?

Puteri Monyet: Syukur Alhamdulillah ! Cinta beta berbalas.

Burung : Tahniah tuan puteri ! Patik .. doakan cinta tuan puteri rimba berjaya.
Kalau makan nasi minyak tu jangan lupa jemput patik.

Puteri Monyet : Takkanlah beta nak lupakan tuan hamba. Beta
akan jemput semua binatang di darat mahupun di laut.

Burung : Dapat patik bayangkan betapa meriahnya perkahwinan
puteri rimba tu.... Urusan kad jemputan kahwin patik
yang uruskan. Patik minta kerjasama kawan-kawan patik untuk
kirimkan kad jemputan kahwin kepada semua jenis binatang
yang ada di darat mahu pun di laut.

BABAK KELAPAN (JEMPUTAN)

Kad jemputan terus diedar,
Semua terkejut tiadalah sedar;
Ada yang memandang terus tersandar,
Asalkan pengantin cinta tak pudar.

Siput : Surat siapa yang kau bawa tu burung?

Burung : Ini bukan surat… ini kad jemputan kahwin.

Siput : Siapa pulak yang nak kahwin?

Burung : Puteri Monyet dengan Raja Harimau.

Siput : (KETAWA)

Burung : Eh! Kenapa engkau ketawa?

Siput : Aku tak percaya.

Burung : Kalau engkau tak percaya… ha…
engkau baca kad jemputan kahwin ni!
(MENGHULURKAN KAD JEMPUTAN KAHWIN KEPADA SIPUT)

Siput : (TERPERANJAT) Iya betullah. Ini satu keajaiban!

Burung : Kalau dah jodoh tak ada siapa yang menghalangnya!
Itu namanya jodoh dah tersurat .

Siput : Siapa-siapa lagi yang dijemput?

Burung : Seluruh binatang di laut dan di darat.

Siput : Hebat!

Burung : Nanti, engkau jemputlah sanak saudara engkau datang ye.

Siput : Sampaikan salam aku pada Puteri Rimba. Katakan aku ucapkan
tahniah dan terima kasih atas jemputannya.

Gajah : Bila ditetapkan tarikh perkahwinan monyet dengan harimau,
tu burung?

Burung : Satu haribulan satu tahun 2020.

Gajah : Tepat pada masanya. Satu tarikh yang ditunggu-tunggu oleh
semua binatang untuk meraikan satu kejayaan.

Burung : Kejayaan apa pulak tu?

Gajah : Iyalah dengan sahnya perkahwinan Raja Harimau dengan Puteri monyet
secara tidak langsung pasangan pengantin tersebut telah menyatupadukan
seluruh binatang.

Burung :Sungguh bijak engkau gajah.

Gajah : Apa engkau ingat selama ini aku bodoh ke?
Biarpun aku berbadan besar, tenaga pun besar…otak aku pun
besar juga.

Burung : (GELAK) Iyelah aku tahu engkau tu semuanya besar.

Gajah : Engkau jangan nak sindir aku pulak!

Burung : Jangan marah… aku bergurau aje.
Takkan itupun nak ambil hati. Maaf ye … aku pergi dulu…
jangan tak datang bawa saudara mara engkau ya gajah.

BABAK KESEMBILAN (GOTONG ROYONG)

Semua haiwan bergotong royong,
Sediakan pelamin pengantin tersayang;
Bergurau senda semakin matang,
Gembiranya hati semua yang datang.

Kucing : Macam mana dengan kain pelamin yang aku
buat ini cantik tak?

Itik : Apa yang engkau buat kucing semuanya cantik.

Singa : Siapa yang pilih warna?

Arnab : Siapa lagi pengatinlah. Katanya warna unggu adalah
lambang kedamaian. Penyatuan rasa cinta yang sukar dimengertikan.

Ayam : Romantik sungguh pengantin kita tu. Siapa pulak yang
mengantung lampu-lampu yang berwarna-warni itu? Sungguh cantik?

Kucing : Keluarga monyetlah. Mereka mahir dalam panjat memanjat.

Itik : Kamu semua terfikir tak bagaimana muka anak pengantin
kita nanti?

Singa : Rupa ibu dan bapak dialah!

Kucing : Rupa mounyetlah. Mau tu bapak dia dan nyet ibu dia.
(SEMUA TERGELAK BESAR)

BABAK KESEPULUH (TETAMU DATANG)

Malam dinantikan penuh debaran,
Persandingan Pengantin Raja Rimba yang dinantikan;
Semua gembira menantikan tibanya perkahwinan,
Majlis perkahwinan yang dibanggakan.

Tetamu datang dari daratan dan lautan,
Berpakaian cantik meraikan pengantin kesayangan;
Mengucapkan tahniah penuh kesyukuran,
Kerana pengantin idola perdamaian.

Pelbagai hadiah dibawa tetamu,
Tetamu disambut dan dijamu;
Dijamu makanan pelbagai menu,
Sambil makan menantikan pengantin rasa tak jemu.

Itik : Cantiknya pasangan pengantin bagaikan pinang
di belah dua.

Burung : Engkau engok tu… bintang-bintang di langit
bergemerlapan dan bertaburan di sana sini seolah-olah
menyerikan lagi majlis perkahwinan ini, mari kita
tengok barang-barang hantaran harimau kepada monyet.

Kucing : (MEMBELEK HANTARAN)
kasut Cinderella pun ada, hai… bertuah Puteri Rimba dapat
bersuamikan Raja Harimau.

Itik : Entah-entah satu hari nanti pulak, engkau
kahwin dengan aku.

Kucing : (KETAWA) Engkau ni mengarutlah.

Itik : (KETAWA) Dalam dunia sekarang tiada yang pelik.

BABAK KESEBELAS (SAMBUTAN MAJLIS PERKAHWINAN DAN MASUK
TAHUN 2020)

Tepat Jam 12 Malam semua bersorakkan,
Tahun baru 2020 diraikan seiring majlis pengantin;
Di langit rimba bunga api berpercikkan ,
Meraikan Pengantin Raja Rimba yang budiman.

Pengantin diarak menuju pelamin,
Gajah membawa pasangan pengantin:
Paluan kompang bernyanyi-nyanyian,
Di malam itu penuh kemeriahan.

Duduk bersanding jeling menjeling,
Sambil menjeling tersenyum sayang;
Sayangnya pengantin kepada tetamu yang datang,
Dilemparkan senyuman mesra tanda kasih sayang.

Semua kumpulan tetamu membuat persembahan,
Dipersembahkan kepada pengantin kesayangan;
Pengantin gembira keterharuan,
Melihat persembahan yang mengasyikkan.

Perkahwinan Pengantin Raja Rimba lambang kebanggaan.
Kebanggaan penghuni rimba dan lautan;
Pelbagai kaum dapat disatukan,
Hidup aman damai dalam perpaduan.

Kancil (Wakil Haiwan): Terima kasih Pengantin Raja Rimba
yang kami sayangi. Tuanku telah menyatukan penghuni
rimba yang selama ini mementingkan kaum sendiri dan
hanya mementingkan diri sendiri. Dengan perkahwinan
ini penghuni rimba dan lautan menjalani hidup bersatupadu
tolong menolong dan aman damai selamanya. Terima kasih
Pengantin Raja Rimba.

Raja Harimau : (TERSENYUM SAMBIL MEMANDANG PERMAISURINYA)
Ucapkan terima kasih kepada permaisuri beta. Dialah yang telah
membuka hati beta untuk kedamaian rimba ini dan kedamaian
penghuni lautan juga.

Puteri Monyet : (TERSENYUM BANGGA SAMBIL MEMBALAS
SENYUMAN KEPADA SEMUA TETAMU HADIR YANG
BERSORAKKAN PENUH GEMBIRA YANG AMAT SANGAT
DAN DI TAMATKAN DENGAN PERCIKKAN BUNGA API)

TAMAT

Karya: RATU RIMBA NIAGARA
21 Muharram 1434H
5 Disember 2012M
 · Karya: RATU RIMBA NIAGARA
21 Muharram 1434H
5 Disember 2012M
Like ·  · 
 
;