Aphrodite nya mengisar seberkas rindu Dewi Gaia meniup 7 kemakmuran ke lantai Juno di bangku Kau yang mengayam kelopak rose di jiwa, janganllah menghambur aksara ke dada Romulus, tika viola Nero membakar Rom, serigalanya mengaum OuranosMu jangan hujan lagi dalam marak kuntum nyala kerna api cinta tak terpadam dalam tamsil De Natura Deorum
Oh yang berkata-kata lewat Ma’thur Al-Fijar kilatan nurnya membasah oasis cinta semalam aku menulis al-Battar di pipi Nabataean hanya Daud yang mengenal Goliath, tika pedang Hatf tersimpan di mata Levita aku memanjat Jabal Nur menjenguk al Mikhdham, tersisip di qalbi al Zayn al-Din al-Abidin senyumnya bersama tulip dalam rimba bunga
Ark Noah mencium alun terdera pada lemas anaknya yang enggan menghulur nyawa ada lagi cebis tersisa dari Ja'afar Sadiq, al Rasub memanggilku di Seville dalam gemerincing besi Ebla mengunjur sejuta sejarah berdarah lihatlah pada tanah-tanah Gomorrah asin Sinai akan buatmu tunduk
Marilah bertafakkur, menguis kasrat yang mereka isbat atau kau duduk di riba berhadap dalam musyahadah membelah satukan nyawa dalam samesta cahaya Engkau Aku dalam pusaran atom menawafi orbit cinta sehingga sirna indera dalam kebaqaan liqa'
0 comments:
Post a Comment