SAYANGKU SAYANGMU (40) - CINTAKU BERADA DALAM BARA GELOMBANG OMBAK MENGGANAS!!
BIARLAH DIA YANG MEMUJUKKU
Aku cuba senyum Tapi nggak bisa
Aku cuba ketawa Tapi nggak bisa
Mendung datang Hujan pun turun
Hujan pun turun Aku pun menangis Menangis semahunya Menangis tanpa henti
Biarpun dipujuk Aku terus merajuk Tak mahu dipujuk lagi Tak mahu dirujuk lagi
Sekali disakiti Aku masih boleh terima Tapi kalau sudah ribuan kali Aku bukan robot Tak punya hati dan perasaan Aku bukan malaikat
Aku manusia biasa Yang tak boleh Hidup berpura-pura senyum
Kecewa di hatiku biarlah Kurawat dengan Tawakal aku pada-Nya Biarlah DIA yang memujukku Kerana DIA Yang mengaturkan Hidup dan matiku
Karya: Putri Rimba Niagara 21 Mei 2012
Irma Sri Kabulatirin:
Rabeah ku sayang... I like it, I like your short poem... Thankyou honey... Aku lagi galau.... Aku rindu padamu Rabeah..... Sisipkanlah rindu ku direlung kalbumu....
Rabeah Mohd Ali:
DENGAN RAHMAT KASIH-NYA AKU MENULIS
Irma...galaumu tak sehebatku irma di istana rimba niagara sedang berduka berkabung seperti meraikan kematian aku irma tapi Insya-Allah aku masih hidup irma dengan izin-Nya Allah mahu beri ku peluang untuk berpena dalam pelangi cinta agaknya irma...aku percaya Allah sentiasa bersamaku disetiap kali aku berpena kerana dengan Rahmat Kasih-Nya aku dilimpahi ilham untuk aku menulis Irma tanpanya sebaris ayat aku nggak bisa menulis Irma....
Sekarang ni si kunta si kunte sedang memujukku... Aku cerita padamu kau jangan sedih dan kau jangan ketawa Segalanya kau simpan sebagai kenangan dariku untukmu irma...
Si kunta si kunte pun dah tak larat nak pujuk..mereka juga turut menangis ni...kerna putri kesayangan mereka tak habis-habis dikecewakan...mereka udah pesan banyak kali...agar jangan berkarya dengan mereka yang tak sudi...ha...sekarang ni mereka kata biarlah mereka saja yang dengar karya putri rimba ...tangan aku ni dipaksa pegang pena suruh aku menulis untuk mereka ..mereka usap air mata aku penuh kasih sayang ...
Dalam keadaan berair mata dan longlai jemariku memegang pena aku pun menulis puisi , BIARLAH DIA YANG MEMUJUKKU, bila habis kubaca si kunta si kunte menangis hiba sambil memelukku dan memujukku
"Tuan Putri biarpun tsunami datang membadai untuk memisahkan kasih kita....kita tetap akan bersama kerana Tuan Putri Rimba telah ditakdirkan untuk menjadi pujangga Rimba Niagara...percayalah pada kami Tuan Putri menulislah sehingga terhenti nafas tehentilah pena... semua karya Tuan Putri akan kami bingkaikan di daunan kasih agar menjadi kasih semurni hati di kalbu kami yang inginkan kedamaian roh dan jasad....mulai saat ini dan detik ini tuan Putri Rimba Niagara jangan berputus asa dan senyumlah-senyumlah karena kami selalu berada di sisi Tuan Putri Rimba yang dikasihi hingga akhir nanti."
Karya Putri Rimba Niagara 21 Mei 2012
Irma Sri Kabulatirin:
Baik nian si kunta si kunte itu.. Biarlah kita berteman dengan orang yang siapa mahu.. Tak usahlah kita hirau mereka yang tak perduli... Aku memang saat ini sedang dilanda boring kata orang sana... Tapi kadang kubaca naskahmu...walau tersendat....hingga aku terkantuk-kantuk...karena begitu panjang syairmu Rabeah... Biarlah syairmu jadi teman tidurku saat malam menjemput....
Putri Rimba:
AKU BIASKAN KASIH SUCI MURNI DI KALBUMU KALBUKU
Nanti ye...irma kukarang puisi terakhir dariku untukmu irmaku sayang
Duhai irma.... Deritamu deritaku Kita saling terpaut kasih Dalam hatiku hatimu Tapi kita berbeda Kau di benua sana Aku di benua sini Mana bisa mungkin Hatimu hatiku Boleh bersatu Ramai yang tak merestu Bukan aku tak kasih Bukan aku tak sayang Bukan aku tak cinta Padamu irma Tapi...lagi aku kasih dan sayang Lagi kasih tersisih Lagi sayang melayang Makanya yang ada Luka yang parah membarah
Karena aku sedar siapa aku Tak setandingmu yang serba sempurna Izinkan aku undurkan kasih sayang ini Dari hatimu Kerana ramai yang tak merestu Hubungan kita yang suci ini
Doaku moga kau bahagia Bersama teman-temanmu
Maafkan aku irma... Gelak tawamu Biarpun dalam kesedihan Aku biaskan kasih suci murni Di kalbumu kalbuku Moga Allah meredhoi Kau dan aku Hingga akhir nanti
PUTRI RIMBA NIAGARA 21 Mei 2012
Irma Sri Kabulatirin:
Hai Rabeah ku... Apa yg telah kau cakap baru ituuuu... Aku tak suka... Siapa yg tak merestui hubungan kita... Katakan itu padaku... Aku akan diam seribu basa... Hingga kau ucap tentang nama-nama penghianat itu....
Rabeah Mohd Ali:
Duhai irma... Penghianat dalam terang kita nampak irma Ini penghianat dalam gelap hatinya irma Cahaya kasih kuberikan Mendung gerhana Datang menutupi Pelangi cinta kita irma... Makanya senyumku Telah diheret oleh Bara ombak mengganas! "CINTAKU BERADA DALAM BARA GELOMBANG OMBAK MENGGANAS!" hinggakan aku tak tega untuk mempertahankan cintamu irma... maafkan aku irma biarpun ku tahu yang kau tak akan berputus asa untuk terus mencintaiku...dan kau cuba menjahit lukaku dengan benang cintamu... tapi sia-sia saja irma kerna si penghianat itu akan membuka benang cinta itu lalu lukaku pun bernanah lalu membarah lalu meletus! Letus! lalu aku meraung kepedihan jiwa lara yang tersayat.... Bila kufikirkan derita di dunia ini tidak sehebat derita di akhirat makanya aku lupakan terus segala derita tersayat ini agar tak menjadi parut untuk aku tenang menuju jalan-jalan ke negeri Abadi....
KARYA PUTRI RIMBA NIAGARA & IRMA SRI KABULATIRIN 25 Mei 2012
0 comments:
Post a Comment