Friday 5 August 2011

GABUNGAN PUISI TIGA ORANG PENYAIR

DIARI PERANTAU JURUFOTO KURNIAAN ALLAH

Subhanallah
Sejujurnya kukatakan
Dairi Perantau memanglah jurufoto yang hebat...
kurniaan Allah padamu
Terima kasih atas foto kirimanmu
Foto tentang keindahan alam CiptaanNya
Moga mencetuskan ilhamku untuk berkarya memuji
KebesaranMu Tuhanku Tuhan Semesta Alam.
Sesungguhnya keindahan alam CiptaanMu membuatkan
cinta terpatri antara hamba dengan PenciptaNya!
Maha Agungnya CintaMu.


Karya:  Rha NS


KANVAS LANGIT LOREKKAN KEBIJAKSANAANMU

Ya Allah bilamana kulihat
Langit kanvas
Lorekkan KebijaksanaanMu
Yang Takkan ada siapa
Dapat menandingi keindahanNya
Lorekkan permandangan kanvas langitMu
Terhunam kesyahduan di hatiku
Kepiluan iman untuk aku bermunajat padaMu

Gabungan antara lautan dan langit
Amat memukau kalbuku
Diserikan tompokan awan
Pelabagai rupa dan warna-warni
Dipancarkan sinaran senja
Tika mentari ingin melabuhkan tirainya
Di kaki langit amat mengujakan!
Allahu Akhbar Maha AgungNya CintaMu
Se Agung CintaMu kepada hambaMu
Yang tahu erti kesyukuran
Dengan bersujud hanyalah
KepadaMu Tuhan Mengusai
Kerajaan Langit Dan Bumi.

Karya: Rha NS
4 Ramadhan 1432H
4 Ogos 2011
(Disiarkan di blog: sasterakuduniaku.blogspot.com)
Sekalung budi kepada Diari Perantau Kerana
Dengan Kiriman Foto Hasil Senimu Makanya
Tercetuslah Ilham Puisi Bertajuk:
KANVAS LANGIT LOREKKAN KEBIJAKSANAANMU.
Moga kerja senimu dibalas Allah
dengan RedhaNya padamu sekeluarga dunia akhirat.
Amin Ya Rabbal A' Lamin.


POHON NYOI

Pohon nyoi
nan sebatel
tegak berdiri
tengah becoh
jadi peneduh bila panas
balik peta dari sekolah
kejar buruh ruawak
cari belalang padi
mek goreng kering
buat make
pulut pagi

aku rindu


Karya: Diari Perantau


SI TANGKAI JANTUNG HATI!

Pohon nyior yang sebatang
ditiup angin sepoi-sepoi bahasa
anginnya sampai meresap ke
tangkai jantung hatiku
lalu menyapa apa kabarmu
lalu kujawab ku tak setenang
selembut lambaianmu
melambai mendayu berzikir padaNya
itulah penenang kalau kau nak tahu
si takai jantung hati!


Karya: Rha NS
5 Ramadhan 1432H
5 Ogos 2011


KESYUKURAN TIADA PENAFIAN

Kesetiaan pepohon
ketulusan batu pejal
angin yang menderu
ombak yang berbisik
adalah kesyukuran
tiada penafian.

Karya:  Diari Perantau


ANGIN MENDERU OMBAK BERBISIK


Angin yang menderu
ombak yang berbisik
seakan membisikkan
sesuatu menyatakan

"Tolong selamatkan kami!."
Kumenjawab menenangkannya.

"Sabarlah ye tiada dayaku menolong kalian...
Cuma yang dapat kudoakan kalian sejahtera
jika kalian selalu bersyukur ...."

"Kami selalu bersyukur ...tidakkah kau dengar
apa yang kami bisikan ke kamu....itulah zikir
syukur yang selalu kami zikirkan cumanya
manusia yang tidak mahu bersyukur
mereka kebanyakkannya menafikan kesyukuran!"

Aku terkedu dalam sendu apakah bisikannya
itu ditujukan kepada ku?

Ah! Malunya aku jka aku menafikan kesyukuran!


Karya:  Rha NS


LAKARAN WARNA-WARNI SENJA

lakaran warna-warni senja
keindahan terpancar ku tertarik
lopak-lopak air menyinari suasana
seni tangan bukan sebarangan
ikhlas memberi nikmati bersama
terima kasih Diari Perantau
gambar ini memukau pacaindera mataku
Subbahanallah KebesaranMu Tuhan!


Karya:  Mai Az


DARI RIMBUNAN PETANG

Dari rimbunan petang
menanti gelap malam
singgahlah unggas di dahanku
aku rindu kicau merdu suaramu

punai, gemala kerbau, merbah
merdu suaramu menyanyi pulang
bukan memuji ranting dan daunku
bukan juga manis layak buahku
tapi tanda kesyukuran
dari sekujur jasad dan hembusan nafas
anugerah Ya Rahman buatmu.

Karya: Diari Perantau


SISA-SISA CAHAYA SENJA


di celah-celah pepohonan
sisa-sisa cahaya senja tenggelam
menutup gelap alam maya
selamat malam para penghuni
pergimu tika cuma esok muncul lagi
menyinari ceria alam
Alhamdulillah...
kita masih bernafas
menikmati keindahan
kemanisan hidup
di Alam-Mu..Ya Allah...


Karya:  Mai Az


ESOK LUSA ADAKAH AKU BERNAFAS LAGI?

Terima terima kasih Diari Perantau
masa tetap beredar
siang malam silih ganti
esok lusa adakah ku masih bernafas lagi?
menikmati alam-Nya


Karya: Mai Az


SEMUA MANUSIA PERGI BILA SAMPAI MASA

senja mentari pasti kembali esoknya...
senja manusia akan pergi bila tiba masanya.


karya:  Diari Perantau



BERKAT SINAR SENJA DATANG BERTANDANG

sisa-sisa kehidupan pepohon
yang suram tanpa bekalan
untuk meneruskan kehidupan esoknya

namun masih mengharap kepada
sinar senja yang yang sudi bertandang
menambahkan bekalan untuk
meneruskan kehidupan esoknya

berkat sinar senja yang sudi bertandang
pepohon mula bersemangat untuk hidup
biarpun senja telah menghilangkan sinarnya

berkat sinar senja itu
pepohon hidup dan terus hidup
membawa bekalan mencukupi
sebelum sampai masanya nanti!

Rha NS
5 Ramadan 1432H
5 Ogos 2011

0 comments:

Post a Comment

 
;